Khamis, 27 Ogos 2009

Yakinlah Aku Menjemputmu...

Malam itu sangat dingin, ruang legar jalan raya di Seri Mawar basah ditimpa kesan curahan hujan renyai-renyai. Deruan enjin bas semakin sayup kedengaran meninggalkan diri Tasnim sendirian di bahu jalan. Panggilan telefon yang berbunyi segera dijawab. Sambil mendengar suara pemanggil dihujung talian, Tasnim seraya menoleh ke arah seberang jalan.....

Langkah diatur perlahan, menaiki anak-anak tangga jejambat untuk ke seberang sana. Tasnim berhenti melangkah tatkala tiba di atas jejambat, kaki kembali melangkah...wajah yang ditundukkan diangkat semula, terlihat di hujung sana,seorang pemuda sedang tersenyum dan berjalan ke arah dirinya....Berdebar jantung Tasnim dibuatnya,darah bagai deras mengalir ke segenap tubuh dan malam seraya terasa hangat...teringat peristiwa beberapa purnama yang lalu....

Beberapa bulan sudah berlalu, senyuman malam 10 februari yang Ihsan hadiahkan secara tak sengaja benar-benar mengusik jiwa Tasnim. Tampan sekali Ihsan mengenakan Baju Melayu Putih dan berseluar slack hitam. 'Tahukah kamu Ihsan, tidurku tak lena malam itu...' bisik Tasnim terasa malu.

'Kalau Tasnim nak tahu, Ihsan ni lembut hatinya, sebab itu adik dan abang dia sayang sangat pada dia...' bual Ibu Ihsan kepada Tasnim.

Tasnim sayangkan Ihsan....Ihsan tidak pernah sekali bersikap kasar pada Tasnim. Lembut bicaranya amat tenang sekali...setenang raut wajahnya... Ihsan juga tak pernah merasa jemu memujuk rajuk Tasnim . Ungkapan maaf seringkali terucap dibibir Ihsan seandainya dia merasakan Tasnim sedang berkecil hati...Ihsan jauh berbeza dengan pemuda-pemuda lain...bagaikan langit dan bumi jika ingin diperbandinkan. Dia jauh lebih jujur dan ikhlas.........tidak seperti lelaki lain yang hanya pandai bermain kata dan menipu daya...rasa syukur teramat dihadirkan Ihsan dalam hidupnya.

Tasnim melihat ke mata Ihsan, mata Ihsan sedikit merah menahan sebak di hati...Tasnim mengalihkan pandangan, tak sanggup menatap wajah kekasihnya...Tasnim tak terdaya menahan lagi,Kolam Air Mata sudah pun melimpah keluar.....janji diungkap kemas....menanti hari agar tertunai......'Yakinlah Aku Menjemputmu...' bisik Ihsan perlahan....

Ya Allah...rahmatilah perjalanan hidup Ihsan dan Tasnim.....agar sentiasa berpaut pada JalanMu...

3 ulasan:

myzira berkata...

amin...

huq.. sedih pula aku membacanya.. sabar ye cik tasnim a.k.a cik tqa.. byk lagi cabaran sebelum tiba masanya.. hihihi~

Shima berkata...

berdoalah (macam cik permata selalu kata)..

nazri.sensei berkata...

hoho..citer pasal diri sendiri rupenye..hihi..

Catat Ulasan